Di Ruang Pengadilan

Hukum dilambangkan dengan seorang perempuan yang matanya tertutup, satu tangan memegang sebuah timbangan, sementara tangan lain memegang pedang. Itu berarti hukum harus memberikan keadilan dan penghakiman tanpa memandang wajah siapa pun. Di ruang pengadilan, ada hakim, tertuduh, penuduh, dan pembela. Di ruang pengadilan, kebenaran membongkar semua kelaliman; penghakiman diberikan atas kesalahan yang dilakukan; dan tidak ada pengampunan karena jika demikian, hukum tidak lagi menjadi hukum. Ruang pengadilan adalah tempat terakhir seseorang mencari kebenaran dan keadilan.
Mazmur 5 berisi sebuah doa yang dinaikkan pada pagi hari dan dinantikan jawabannya. Di dalam kesesakan dan kerinduan untuk segera lepas dari belenggu tuduhan, pemazmur tahu bahwa keputusan final ada di tangan Allah yang berada di ruang pengadilan-Nya. Didasarkan pada diri Allah, yang sama sekali tidak menikmati kejahatan, tidak ada kejahatan sedikit pun pada diri-Nya, yang menghina dan membenci kejahatan, terlebih itu yang menghancurkan segala kejahatan, pemazmur datang ke ruang pengadilan Allah. Karena Allah yang baik, yang berkuasa, dan yang mendengar, maka pemazmur menaikkan tangisannya ke ruang pengadilan itu. Tuduhan palsu, mulut yang seperti kuburan, lidah yang berkata manis menjerat, niat yang menghancurkan, rencana memberontak melawan Allah, tidak akan dibiarkan-Nya. Di dalam waktu-Nya, penuduh akan dinyatakan bersalah bahkan jatuh ke dalam perangkap mereka sendiri dengan keras. Allah yang adalah hakim sekaligus pembela, akan menjadi tempat perlindungan bagi semua orang yang mengasihi-Nya. Penuduh tidak bisa mengalahkan mereka karena Allah mengelilingi orang benar-Nya dengan perkenanan-Nya. Dan terdengarlah suara kemenangan final yaitu nyanyian luapan kegembiraan dari orang-orang yang berpihak pada Allah. God is real and He is connected with His people.
Mei 2017




Sumber : http://www.buletinpillar.org/renungan/di-ruang-pengadilan
Share on Google Plus

About Hobs News

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts